Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, sepertinya telah menemukan pemain yang dapat diandalkan untuk memperkuat lini serang timnas pada laga mendatang di Kualifikasi Piala Dunia 2026. Pemain tersebut adalah Ramai Rumakiek, seorang winger muda yang kini bermain untuk Persipura Jayapura. Ramai dianggap memiliki potensi besar untuk menjadi "The Next Boaz Solossa", sebuah julukan yang tentunya menggambarkan harapan besar dari Shin Tae-yong terhadap pemain yang satu ini.
Meskipun Ramai Rumakiek masih terbilang muda dan sedang membuktikan kualitasnya di Liga 2, perjalanan kariernya bersama Timnas Indonesia telah dimulai sejak beberapa tahun lalu. Pemain kelahiran 2002 ini sudah mengenal betul sistem pelatihan yang diterapkan oleh Shin Tae-yong, dan sudah pernah mendapatkan kesempatan untuk bermain dalam berbagai pertandingan penting bersama timnas.
Pengalaman Bersama Timnas Indonesia
Ramai Rumakiek bukanlah wajah baru bagi Shin Tae-yong. Sejak awal perannya di timnas, pelatih asal Korea Selatan ini telah memberikan kepercayaan besar kepada Rumakiek. Pemain sayap yang memiliki kecepatan dan kemampuan menggiring bola ini pernah dipanggil untuk memperkuat Timnas Indonesia dalam dua laga melawan Taiwan di playoff Kualifikasi Piala Asia 2023. Tak hanya itu, Ramai juga tampil dalam Piala AFF 2020 dan pertandingan uji coba melawan Timor Leste pada Januari 2022.
Pada periode tersebut, Ramai menunjukkan potensi besar dengan mencetak tiga gol dari total 12 penampilan bersama Timnas Indonesia. Namun, meskipun memiliki bakat yang menjanjikan, perjalanan Ramai bersama Timnas Indonesia sempat terganggu oleh masalah disiplin. Ketika Timnas Indonesia U-23 mempersiapkan diri untuk mengikuti SEA Games 2021 di Vietnam, Ramai Rumakiek dilaporkan mangkir dari pemusatan latihan. Hal ini memicu kemarahan Shin Tae-yong yang akhirnya memutuskan untuk mencoretnya dari daftar pemain yang dipanggil.
Keputusan keras Shin Tae-yong untuk memberi sanksi tersebut menunjukkan betapa pentingnya disiplin bagi pelatih yang dikenal tegas ini. "Rumakiek tidak bisa main di SEA Games. Kami sudah melayangkan surat pemanggilan, dia tidak respons sama sekali, jadi saya harus berikan sanksi kepada Rumakiek," tegas Shin Tae-yong. Meski demikian, pelatih Timnas Indonesia tersebut ternyata tidak menutup pintu bagi pemain yang bersangkutan, dan ini membuka kemungkinan bagi Ramai untuk kembali dipanggil di masa depan jika ia dapat menunjukkan perubahan.
Keputusan Memberi Kesempatan Kedua
Shin Tae-yong, meskipun tegas, juga dikenal sebagai pelatih yang bisa memberi kesempatan kedua. Ini terbukti dengan keputusan yang diambilnya terhadap beberapa pemain yang sebelumnya melakukan pelanggaran disiplin. Salah satunya adalah Serdy Ephy Fano yang sempat dicoret dari Timnas Indonesia U-19 setelah terlambat mengikuti latihan. Meskipun demikian, Shin Tae-yong kembali memanggil Serdy Ephy setelah beberapa waktu, meski pemain ini kembali berbuat ulah dengan keluyuran tengah malam.
Sama halnya dengan Elkan Baggott, bek yang pernah mangkir dari pemanggilan untuk Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia, namun kembali dipanggil setelah meminta maaf. Kini, Elkan Baggott sudah mencatatkan 22 caps bersama Timnas Indonesia sejak 2021 hingga 2024, meskipun ia sempat bermasalah dengan disiplin di beberapa kesempatan.
Tindakan memberi kesempatan kedua ini bukan tanpa alasan. Shin Tae-yong melihat potensi besar dalam pemain-pemain tersebut dan percaya bahwa mereka bisa memberikan kontribusi besar bagi timnas. Oleh karena itu, meskipun Ramai Rumakiek sempat membuat kesalahan, bukan tidak mungkin Shin Tae-yong akan memberinya kesempatan kembali, apalagi melihat performa cemerlangnya belakangan ini.
Ramai Rumakiek: The Next Boaz Solossa
Saat ini, Ramai Rumakiek menjadi pemain lokal tersubur di Liga 2 2024-2025. Dengan torehan sembilan gol dari 12 pertandingan, ia menunjukkan perkembangan yang sangat positif. Kecepatan, kemampuan menembus pertahanan lawan, dan naluri golnya membuatnya disebut-sebut sebagai penerus Boaz Solossa, salah satu legenda sepak bola Indonesia yang telah lama mengabdi kepada Timnas Indonesia.
Ramai memiliki gaya bermain yang mirip dengan Boaz Solossa, terutama dalam hal ketajaman di depan gawang dan kemampuan mengontrol bola di lini serang. Jika kemampuan ini terus diasah, Ramai bisa menjadi sosok yang diandalkan untuk mengisi lini serang Timnas Indonesia, terutama di laga-laga berat yang akan datang, termasuk Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Dengan kemampuan mencetak gol yang telah terbukti di level domestik, Ramai Rumakiek diharapkan bisa menjadi senjata ampuh bagi Timnas Indonesia, terutama dalam pertandingan tandang melawan Australia di matchday ketujuh Grup C Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, yang akan digelar pada 20 Maret 2025 di Sydney Football Stadium. Sebagai salah satu pemain muda berbakat, Ramai diharapkan dapat mengulang sukses yang dicapai oleh Boaz Solossa selama membela Timnas Indonesia, yang dikenal sebagai salah satu penyerang terbaik yang pernah dimiliki.
Mengapa Ramai Rumakiek Penting Bagi Timnas Indonesia?
Salah satu alasan mengapa Ramai Rumakiek begitu penting bagi Timnas Indonesia adalah kemampuannya untuk bermain dengan fleksibilitas di lini serang. Sebagai seorang winger, Ramai tidak hanya bisa memberikan ancaman lewat larinya yang cepat dan dribbling yang memukau, tetapi juga bisa memberikan umpan-umpan matang yang dapat dimaksimalkan oleh para penyerang Indonesia.
Ke depannya, Ramai bisa menjadi pilihan utama Shin Tae-yong dalam menghadapi tim-tim kuat seperti Australia, yang terkenal dengan pertahanan solid dan fisik yang tangguh. Kehadiran Ramai di lapangan diharapkan dapat memberi variasi serangan dan meningkatkan daya gedor Timnas Indonesia, yang kini tengah berjuang untuk mencapai target besar di Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Bukan hanya itu, dengan performa apik yang ditunjukkan Ramai di Liga 2, ia diyakini akan semakin siap untuk menghadapi tantangan besar di level internasional. Jika terus berkembang dan menjaga disiplin, Ramai Rumakiek bisa menjadi pemain kunci bagi Timnas Indonesia dalam beberapa tahun ke depan.