Kabar yang beredar luas di media sosial mengenai kemungkinan Josh Brownhill, kapten Burnley, menjadi bagian dari Timnas Malaysia akhirnya mendapat klarifikasi langsung dari sang pemain. Gosip yang menyebutkan bahwa Brownhill akan dinaturalisasi oleh Malaysia, beredar dengan cepat setelah klaim bahwa ia memiliki garis keturunan Malaysia. Namun, dengan tegas, gelandang asal Inggris ini membantah klaim tersebut, menegaskan bahwa ia tidak memiliki darah Malaysia dan tidak berniat membela Timnas Harimau Malaya.
Perkembangan ini dimulai ketika banyak penggemar sepakbola Malaysia mendengar kabar bahwa Brownhill, yang memiliki potensi besar sebagai gelandang berpengalaman, akan dipertimbangkan untuk bergabung dengan Timnas Malaysia. Beberapa penggemar bahkan mengklaim bahwa Brownhill memiliki keturunan Malaysia, mengingat dirinya belum pernah bermain untuk Timnas Inggris, yang menjadikannya calon kuat untuk dinaturalisasi. Kabar ini menyebar luas di kalangan netizen Malaysia, dengan banyak dari mereka yang menginginkan pemain berusia 29 tahun tersebut segera mengenakan seragam Harimau Malaya.
Brownhill sendiri merupakan pemain yang cukup dikenal di kompetisi sepakbola Inggris, terutama berkat perannya yang vital di Burnley. Sejak bergabung dengan The Clarets pada tahun 2020, Brownhill telah membuat total 190 penampilan untuk klub tersebut. Penampilannya yang konsisten dan kualitas permainannya sebagai kapten Burnley menjadikannya sosok yang sangat dihormati, dengan sembilan gol yang ia cetak pada musim ini, yang terbilang luar biasa untuk seorang gelandang. Tak heran, para penggemar sepakbola Malaysia berharap agar Brownhill bisa memperkuat lini tengah timnas mereka, yang belakangan memang membutuhkan tambahan kualitas setelah beberapa kegagalan yang mereka alami di kualifikasi internasional.
Namun, meskipun banyak penggemar yang berharap untuk melihat Brownhill membela Timnas Malaysia, impian tersebut kini harus sirna. Melalui akun media sosialnya, tepatnya di Instagram, Brownhill langsung meluruskan isu yang beredar dan menegaskan bahwa ia tidak memiliki keturunan Malaysia. Dalam sebuah postingan singkat namun jelas, Brownhill mengungkapkan, "Saya ingin meluruskan gosip yang beredar saat ini. Sayangnya, satu-satunya kewarganegaraan saya adalah Inggris dan saya bukan orang Malaysia seperti dikatakan beberapa orang. Saya tak paham bagaimana hal ini bermula tetapi saya ingin menjelaskan. Meski begitu, terima kasih atas dukungannya."
Dengan penegasan tersebut, Brownhill berharap agar spekulasi mengenai dirinya bisa segera dihentikan. Ia mengucapkan terima kasih kepada para penggemar Malaysia atas dukungan yang telah diberikan, meskipun ia tidak bisa memenuhi harapan mereka untuk memperkuat timnas mereka. Kejelasan yang diberikan Brownhill ini tentu cukup mengecewakan bagi para penggemar sepakbola Malaysia yang sempat berharap bahwa sang gelandang akan bergabung dengan skuad Harimau Malaya.
Keinginan publik Malaysia untuk melihat Brownhill bermain di Timnas mereka bukanlah hal yang mengejutkan. Mengingat saat ini Malaysia tengah berupaya untuk memperkuat tim mereka dengan pemain naturalisasi, nama Brownhill pun muncul sebagai salah satu pilihan yang menarik. Malaysia memang telah menjalankan program naturalisasi dalam beberapa tahun terakhir, mencoba untuk merekrut pemain-pemain keturunan yang dianggap dapat meningkatkan kualitas timnas. Namun, meskipun ada beberapa pemain yang berhasil dinaturalisasi, upaya ini tak sepenuhnya membuahkan hasil yang diharapkan.
Pencapaian Timnas Malaysia di ajang internasional belakangan ini memang belum memuaskan. Mereka gagal meraih hasil yang signifikan di Kualifikasi Piala Dunia 2026 dan baru-baru ini gagal lolos ke semifinal Piala AFF 2024. Salah satu faktor yang disorot adalah bahwa sebagian besar pemain naturalisasi Malaysia berasal dari liga yang tidak sekompetitif liga-liga papan atas Eropa. Inilah yang kemudian menjadikan kehadiran pemain seperti Brownhill, yang bermain di Liga Premier Inggris, sebagai sebuah harapan baru. Brownhill yang sudah memiliki pengalaman bermain di level tertinggi kompetisi Eropa tentu dinilai dapat memberikan kontribusi yang signifikan untuk skuad Harimau Malaya.
Namun, kenyataan bahwa Brownhill tidak memiliki keturunan Malaysia dan tidak tertarik untuk membela Timnas Malaysia tentu membuat harapan tersebut pupus begitu saja. Ini menjadi pengingat bahwa meskipun naturalisasi pemain dapat menjadi salah satu cara untuk meningkatkan kualitas tim, faktor-faktor lain seperti identitas nasional dan ikatan emosional dengan negara tersebut juga sangat penting. Pemain yang dinaturalisasi tidak hanya perlu memenuhi persyaratan administratif, tetapi juga harus merasa memiliki koneksi dengan negara yang mereka wakili.
Sebagai informasi, Malaysia sebelumnya juga sudah melakukan beberapa upaya naturalisasi dengan mendatangkan pemain yang memiliki darah keturunan Malaysia, seperti Eliaquim Mangala dan Liridon Krasniqi. Namun, meskipun ada beberapa nama yang berhasil didapatkan, upaya ini masih belum mampu membawa perubahan besar dalam prestasi timnas. Keinginan untuk mengandalkan pemain naturalisasi sebagai solusi instan dalam memperbaiki tim pun akhirnya terbukti belum membuahkan hasil yang signifikan.